BELITUNG & AGAMA KHONGHUCU

Day 1
Wei De Dong Tian,
Agama Khonghucu bukan agama baru di Pulau Belitung, yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, pulau Belitung memiliki 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung yang beribukota Tanjung Pandan dan Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ) yang ibukotanya Manggar.

Senin, 4 Maret 2019 tim Matakin Provinsi kepulauan Bangka Belitung kembali melanjutkan tur koordinasinya, tujuan kali ini adalah pulau Belitung, tim kali ini diikuti oleh Dq. Henry Kurniawan ( ketua Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ), Dq. Wery Chin, Dq. Suryanto Tjandra dan Dq. Jiu Nen.

Berangkat dengan pesawat Wings Air dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada pukul 8.45 pagi, dengan pesawat propeller ( baling-baling ) dengan bangku pesawat yang hanya terisi setengahnya. Penerbangan yang memakan waktu 45 menit ini akhirnya mendarat di bandara internasional H. AS. Hanandjoeddin – Tanjung Pandan.

Foto : Bandara Internasional H.AS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan Belitung- 2019

Setibanya rombongan kecil ini di pulau Belitung, tim langsung menuju ke sebuah kecamatan di Kabupaten Belitung Timur ini yaitu Kecamatan Damar. Di Kecamatan Damar ini tercatat 1 Makin yang
letaknya terdapat di Burong Mandi, atau lebih dikenal dengan Kelenteng Dewi Kwan Im Burong Mandi. Lokasi ini rupanya sudah menjadi salah satu tujuan wisata religi di pulau Belitung.

Sejak tahun 2015 Kelenteng Dewi Kwan Im Burong Mandi ini dibangun Kwan Im Statue ( Patung Kwan Im ) yang megah.

Foto Patung Dewi Kwan Im Burong Mandi, Damar, Belitung Timur 2019

Kelenteng Dewi Kwan Im sendiri berada di posisi sebelah kiri Patung, dan sudah menjadi kebanggaan masyarakat Damar, Belitung ini.

Foto Kelenteng Dewi Kwan Im Burong Mandi, Damar – Belitung Timur 2019

Setelah melakukan sembahyang dan doa, tim diterima oleh para pengurus kelenteng dan beberapa pengurus Makin Damar.

Foto pertemuan dan diskusi tim Matakin Prov. Kep. Babel dengan Pengurus Makin Damar – Beltim

Dq. Suryanto Tjandra, SH, selaku Ketua Bidang Pendidikan Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkenalkan dan menyampaikan program dan harapan kepada pengurus Makin Damar, yang mungkin nantinya dapat lebih dikembangkan pelayanan keagamaan Khonghucu di Kecamatan Damar ini.

Kelenteng Dewi Kwan Im Burong Mandi ini sangat dikenal masyarakat di Pulau Belitung, dan menjadi kawasan wisata religi yang ditata dengan baik, dan terus dilakukan perbaikan dan pembangunan atas tempat ibadah yang ada.

Menurut informasi dari pengurus setempat, kelenteng ini ramai dikunjungi terutama di hari –hari libur dan akhir minggu.
Ditempat ini juga dilengkapi dengan kios souvenir, diantaranya gantungan kunci yang bergambah ukiran Dewi Kwan Im, gantungan kunci shio, gelang dan lain sebagainya.

Foto souvenir gantungan kunci shio

Waktu menunjukkan pukul 12 siang, anggota tim mendapatkan telpon dari seorang tokoh masyarat dan Agama Khonghucu di Manggar, Beltim Bapak Jimmy Tjong yang mengajak untuk ketemu dan makan siang bersama. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan program-program yang dapat dilaksanakan oleh Makin setempat, pengembangan pendidikan dan rencana pembelajaran Agama Khonghucu di sekolah-sekolah di Manggar.

Foto bersama dengan Bapak Jimmy Tjong dan kawan-kawan pengurus Makin Manggar dan Damar, Belitung Timur.

Bapak Jimmy Tjong dan kawan-kawan cukup antusias untuk mendukung program-program Matakin, dan tentunya kita semua berharap Agama Khonghucu dapat tumbuh dan berkembang di Pulau Belitung ini, baik dari pelayanan keagamaan maupun pendidikan keagamaannya, diharapkan kedepannya agar ada kegiatan keagamaan yang dapat di selenggarakan di Pulau Belitung sehingga masyarakat Khonghucu tradisi dapat melihat dan mengenal tata cara ibadah dan kegiatan dari Agama Khonghucu.

Disampaikan juga agar dari pengurus Makin setempat kiranya dapat lebih mendalami dan memahami tentang Agama Khonghucu, sehingga dari pengurus-pengurus inilah dapat disampaikan dan diceritakan kepada masyarakat segala hal tentang Agama Khonghucu.

Setelah pertemuan tersebut tim melanjutkan kunjungan ke salah satu kelenteng yang tidak jauh letaknya, yaitu kelenteng Fuk Tet Che. Kelenteng ini didepannya terdapat sungai yang cukup lebar, dikiri dan kananya banyak terdapat pengolahan dan penampungan ikan.

Foto kelenteng Fuk Tet Che, Manggar Beltim 2019
Foto Dq. Jiu Nen ( Sekretaris Matakin Babel ) dan Dq. Yudi ( Ayung ) pengurus Makin Manggar – 2019

Setelah menyelesaikan pembicaraan dengan pengurus Makin Manggar, tim diarahkan untuk mengunjungi salah satu kecamatan lagi dari Belitung Timur ini, Gantung namanya.

Kecamatan Gantung ini merupakan tempat asal seorang tokoh besar Tionghoa di Indonesia, yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama,, yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta.

Memasuki Kecamatan Gantung ini kami menyempatkan untuk menghampiri kelenteng Fuk Tet Che Gantung, dan disambut oleh pengurus kelenteng setempat.

Foto kelenteng FUk Tet Che, Gantung, Beltim 2019
Foto prasasti peresmian kelenteng Fuk Tet Che, Gantung – Beltim 2019

Setelah menjelaskan tentang pentingnya pengembangan Agama Khonghucu, pengurus Kelenteng Fuk Tet Che di Kecamatan Gantung ini nampaknya tertarik untuk membentuk Makin Gantung Belitung Timur dengan demikian diharapkan dapat lebih memahami tentang Agama Khonghucu yang berkembang di Indonesia, mengingat selama ini masyarakat Khonghucu tradisi setempat belum mengenal system pendidikan dan tata ibadah Agama Khonghucu.

Mumpung masih di Kecamatan Gantung, tidak lebih dari 100 meter dari kelenteng Fuk Tet Che, terletak rumah Ahok ( Basuki Tjahaja Purnama )

Foto di depan rumah Ahok – Kecamatan Gantung Belitung Timur 2019

Mengingat tim masih berada di Belitung Timur, diputuskan untuk menuju Kecamatan Kepala Kampit, yang terdapat bangunan Kelenteng Fuk Tet Che sangat megah.

Foto altar Kelenteng Fuk Tet Che, Kelapa Kampit- Belitung TImur 2019

Tim diterima oleh Ketua Yayasan Pengurus kelenteng, Bapak Kamarudin Muten atau akrab di sapa Afa. Beliau banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan sosial keagamaan yang telah dan sedang dilakukan oleh Yayasan yang dipimpinnya. Dengan wawasan dan pandangannya yang luas Bapak Komarudin Muten banyak memberikan masukan-masukan kepada tim, bahwa perlunya promosi dari Agama Khonghucu kepada masyarakat, mengingat Umat Khonghucu di Kecamatan Kelapa Kampit banyak belum memahami ajaran Agama Khonghucu.

Foto bersama Komarudin Muten alias Afa berpakaian batik
Foto didepan kelenteng Fuk Tet Che,Kelapa Kampit, Belitung Timur 2019

Kelenteng Fuk Tet Che, Kelapa Kampit ini dibangun dengan dana Rp. 7 milyar ,sekitar 4 tahun yang lalu, dan sekarang akan dilakukan maintenance berupa pengacatan ulang terhadap bangunan dan ornament-ornament antic bangunan kelenteng tersebut.

Perjalanan dari kecamatan kelapa kampit, Belitung Timur ke Tanjung Pandan memakan waktu kurang lebih 1 jam, akhirnya tim tiba di kota Tanjung Pandan untuk menginap sekitar pukul 22.00 malam.

DAY 2
Perjalanan panjang hari pertama di Pulau Belitung tidak menyurutkan semangat untuk terus bergerak di hari kedua, setelah sarapan pagi di Hotel BW Inn yang belum 2 minggu dibuka, ditengah kota Tanjung Pandan ini , pengurus Makin Tanjung Pandan Dq. Yangky Sudirdja datang menemui kami di lobby Hotel, bincang-bincang ringan tentang program Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disampaikan oleh Ketua Matakin Provinsi kepulauan Bangka Belitung,

Foto lobby Hotel BW Inn yang diresmikan tanggal 23 Februari 2019

Setelah itu tim diajak mengunjungi sebuah kelenteng yang berada di dekat pasar, yang merupakan sekretariat Makin Tanjung Pandan.

Foto di depan gerbang Keleneng Hok Tet Che, Tanjung Pandan 2019
Dengan logo Matakin terpampangn di atas Gerbang masuk Kelenteng tersebut.

Foto Bagian belakang gerbang yang Bertuliskan “ Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan “ 2019

Kelenteng ini cukup menarik, melihat logo Matakin dan tulisan “ Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan “ kami merasa memiliki kedekatan dengan kelenteng ini, Kelenteng tua ini cukup ramai dan menjadi tempat sembahyang dan doa di kota Tanjung Pandan ini.

Foto tampak depan kelenteng Hok Tet Che, Tanjung Pandan 2019.

Setelah menyelesaikan sembahyang di kelenteng ini, tim diajak untuk meninjau sebuah kelenteng yang tidak jauh dari kelenteng Hok Tet Che ini,

Foto Kelenteng Pet Tie Miao, Tanjung Pandan – 2019

setelah mengunjungi kelenteng-kelenteng ini, kami melanjutkan dengan makan siang di Tanjung Kelayang, tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata di pulau Belitung, laut yang bersih dengan air biru kehijauan menyambut kedatangan kami.

Foto restaurant di Tanjung Kelayang – Tanjung Pandan 2019
Foto pantai Tanjung Kelayang – Belitung 2019
Foto di depan prasasti shooting film laskar pelangi – 2019
Foto keindahan pantai di pulau Belitung 2019

Tim melanjutkan perjalanan menuju daerah sijuk, dan berhenti di sebuah Kelenteng Fuk Tet Che

Foto kelenteng Fuk Tet Che – Sijuk Belitung 2019

Perjalanan dilanjutkan hampir 1 jam, tibalah rombongan kecil ini disebuah tempat wisata di kampung Bentaian,

Foto kelenteng Sak San Miao 石山庙 ( Shi San Miao ), Kelenteng Gunung Batu – Bentaian Belitung 2019

Untuk mencapai altar sembahyang di kelenteng Sak San Miao ini kita harus menaiki 92 buah anak tangga yang terbuat dari batu gunung, sampai di atas kita akan diberikan view yang sangat indah dan tenang. Dibagian kiri dari bangunan kelenteng ini terdapat obyek wisata air terjun yang kerap dikunjungi masyarakat dan ramai pada akhir minggu.

Selesai kunjungan di kelenteng Sak San Miao kami bertolak kembali ke Tanjung Pandan.

DAY 3
Setelah istirahat yang cukup, hari ke 3 di Pulau Belitung ini kami mulai dengan menghampiri pasar tradisional dengan berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap. Pasar cukup besar dan ramai, tidak jauh beda dengan pasar-pasar tradisional di kota-kota lain .

Foto rumah Kapiten Phang, Tanjung Pandan 2019
Foto landmark kota Tanjung Pandan, Tugu Batu Satam – Belitung 2019

Kembali dari pasar, kami beristirahat di restauran hotel yang cukup nyaman, karena masih sepi ( mungkin hotel yang baru ini belum banyak jadi pilihan destinasi para turis.
Foto pengurus

Foto pengurus Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – BW Inn Hotel – Belitung 2019

Mengingat waktu yang masih pagi, kami kembali mengunjungi sebuah tempat ibadah, yang letaknya sangat menarik, karena berada dalam sebuah gedung yang pernah menjadi pusat kantor PT. TIMAH di Pulau Belitung ini, yang kini telah berubah menjadi BILLITON HOTEL

Foto BILLITON Hotel – Tanjung Pandan 2019
Foto tampak depan tempat ibadah di dalam Hotel Billiton – 2019
Foto Gambar tempat ibadah yang sudah diabadikan dari jaman Belanda – 2019
Foto Wery Chin, ST – Belitung 2019
Foto Tanjung Pendam Belitung 2019
Foto 4 Naga Matakin Babel – Belitung 2019
Foto Dq. Suryanto Tjandra, SH di depan foto-foto kenangan Waroeng Kopi Ake – yang merupakan Waroeng Kopi tertua di Kota Tanjung Pandan – 2019
Foto Waroeng Kopi Ake – Tanjung Pandan Belitung 2019
Foto narsis tim di waroeng kopi ake – Belitung 2019
Foto Pesawat Propeller Wings Air yang membawa kami kembali ke Pangkalpinang -2019

Xie Tian Zhi En, semuanya selamat sampai di rumah masing masing, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi dan menerima kami dengan baik di Pulau Belitung, Yakin Tian Berkenan untuk menumbuh kembangkan Ajaran Nabi Kongzi di Pulau Belitung ini. Shanzai

Terima kasih disampaikan kepada :

  1. Seluruh Pengurus Makin Damar
  2. Seluruh Pengurus Makin Manggar
  3. Bapak Jimmy Tjong
  4. Dq. Yudi – Ayung
  5. Bapak Kamarudin Muten / Ko Afa ( Kelapa Kampit )
  6. Seluruh Pengurus Makin Tanjung Pandan
  7. Dq. Yangky Sudirdja
  8. Sen Li

MAKIN TOBOALI, SECERCAH HARAPAN PENGEMBANGAN AGAMA KHONGHUCU

Minggu pagi, tanggal 24 Februari 2019, jam 9 pagi Rombongan Pengurus Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melakukan kunjungan ke Makin Toboali sebagai bagian dari Konsolidasi dan koordinasi seluruh Makin di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rombongan ini ada Dq.  Henry Kurniawan, Dq.  Suryanto Tjandra, SH, Dq.  Wery Chin, ST, Dq.  Jiu Nen, Jiaosheng Sunarto, Jiaosheng Tjhin Muk Djie dan dari Trubus bergabung Jiaosheng Ngiat Hiung.

Perjalanan yang memakan waktu 2 jam ini akhirnya tibalah rombongan di rumah kediaman Ketua Makin  Toboali, Bangka Selatan.   Rombongan disambut dengan makan siang dengan menu Nasi Merah, ikan asam manis, cumi goreng, lalapan dll.

Foto : rombongan Matakin Prov. Babel disambut dengan Makan Siang bersama.

Sambil makan siang, saudara2 dari Matakin Bangka Selatan dan Makin Toboali berdiskusi mengenai perkembangan dan masalah yang ada di wilayahnya.

Tujuan selanjutnya rombongan mengunjungi Litang Makin Toboali yang terletak di jalan puput dalam.

Di Litang, kami bertemu dengan tokoh Tionghoa dan Pengurus Kelenteng Kwan Tie Miao – Keposang, Saudara Liu A Piang dan berdiskusi tentang rencana dan program kerja Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2018-2022.

Di dalam litang terlihat banyak tumpukan barang-barang, yang agak mengganggu fungsi tempat ibadah ini.  Ketua Makin Menjelaskan adanya masalah penguasaan lahan, sehingga pemilik lahan kurang mengijinkan untuk tetap dipergunakan sebagai tempat ibadah, sehingga sebagai bentuk keberatan

tersebut maka barang-barang kegiatan ditumpuk di kiri dan kanan Litang.

Foto : ruangan litang yang dipenuhi barang-barang.

Hal tersebut langsung disampaikan kepada saudara Liu A Piang, beliau dengan tanggap siap memberikan solusi untuk menyediakan tempat yang lebih layak seandainya pengurus Makin Toboali menginginkannya.

Maka langkah selanjutnya diajaklah rombongan untuk mengunjungi sebuah tempat ibadah Kwan Tie Miao di desa Keposang.

Foto ; Kelenteng Kwan Tie Miao – Keposang – Bangka Selatan
Foto : Liu A  Piang menawarkan solusi pendirian bangunan Litang MAKIN Toboali di sebelah kanan bangunan Kelenteng Kwan Tie Miao Keposang.
Foto : Rencana Lokasi bangunan Litang Makin Toboali, Bangka Selatan.
Foto: foto bersama di dalam kelenteng Kwan Tie Miao Keposang
Foto : Rombongan Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berfoto di depan Bangunan Kelenteng Kwan Tie Miao- Keposang – Bangka Belitung, yang dibangun pada tahun 1828.
Foto : Liu A Piang, Tokoh masyarakat Tionghoa Bangka Selatan dan Pengurus kelenteng Kwan Tie Miao Keposang.
Foto ; Papan Nama yang menandai bahwa kelenteng tersebut dibangun pada tahun 1828
Foto : Papan nama sejarah renovasi kelenteng Kwan Tie Miao Keposang
Foto : Papan nama sejarh renovasi kelenteng Kwan Tie Miao Keposang
Foto : bertemu dengan tokoh pengurus Yayasan Dharma Bhakti, Dq.  Hendro ( Aliong To)
Foto : Rombongan diajak mengunjungi kebun Dq. Hendro dan memanen buah Lengkeng ( Longan )
Foto: buah longan yang dibungkus karung

Demikianlah kunjungan koordinasi Matakin Prov.  Kep.  Bangka Belitung ke Bangka Selatan, Makin Toboali, semua masalah dapat di selesaikan dengan dukungan dan bantuan dari tokoh Tionghoa setempat, dan semoga Makin Toboali dan Matakin Bangka Selatan dapat berkembang dengan baik untuk pengembangan Agama Khonghucu dan pelanyanan Keagamaannya. 

Xie Tian Zhi En.

Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De

Shanzai.

CAP GO MEH DI KAMPUNG PELANGAS KECAMATAN SIMPANG TERITIP, KABUPATEN BANGKA BARAT 19 FEBRUARI 2019

Perayaan  Cap Go Meh  atau  Cang Ngiat Sip Ng yang jatuh pada tanggal 19 Februari 2019 ini, Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpartisipasi dalam kegiatan kirap Pak Kung di Kampung Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Perjalanan dengan satu bus dengan diikuti 30 an Rohaniwan dan daoqin, keberangkatan dimulai dari Ruhui Litang Pasir Putih Pangkalpinang sekitar jam 10.30 WIB.

Foto : Peserta ( pasukan Ungu Makin Pangkalpinang ) Kunjungan ke kampung Pelangas , Kec. Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Perjalanan ke kelenteng FUK TET CHE, Pelangas pada siang hari yang cukup terik ini diiringi dengan lagu-lagu rohani Agama Khonghucu, tiba di Pelangas sekitar pukul 14.00 WIB.  Rombongan disambut oleh rekan-rekan dari kampung pelangas.

Sebelum dimulainya acara kirab FUK XIANG Pak Kung ini, dilakukan doa kepada Tian, agar berkenan dilaksanakan acara kirab ini dengan baik dan lancar.  Doa dipimpin oleh Jiaosheng Sunarto, yang diikuti oleh para daoqin dan umat Khonghucu yang sudah berkumpul di kelenteng Fuk Tet Che ini.

Foto : Jiaosheng Sunarto dari Makin Pangkalpinang memimpin Doa di depan Tian Dan kelenteng Fuk Tet Che Pelangas.
Foto : melengkapi doa dengan melakukan San Gui Jiu Gou
Setelah sembahyang dan doa kepada Tian, maka dilakukanlah persiapan untuk kirab Fuk Xiang Pak Kung.
Foto : Prosesi menurunkan Kim Sin Fuk Xiang Pak Kung
Foto : Ketua Matakin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dq.  Henry Kurniawan berpartisipasi dalam memikul tandu kim sin Fuk Xiang Pak Kung.
Foto : Ikut berfoto Ketua Makin Pangkalpinang, Daoqin Wery Chin, ST.
Foto : Yakin dengan kebajikan Tian berkenan, pasukan ungu Makin Pangkalpinang setia mengikuti kirab hingga selesai

Perjalanan mengelilingi kampung Pelangas ini memakan waktu hampir 2 jam, cucuran keringat deras mengalir di tubuh peserta kirab, terpaan rintik-rintik hujan melengkapi perjalanan menataki batas kampung Pelangas ini dengan kawalan dari pihak Kepolisian dan pengamanan dari Babinsa setempat.

Kirab ini dipandu oleh 2 buah barongsai dan diikuti penabuhan loku ( tambur ) dan symbal dari awal hingga akhir menyemangati perjalanan kirab ini.

Sepanjang jalan  anak-anak membakar mercon kecil, dan diselingi dengan kembang api memeriahkan acara tersebut, masyarakat berkumpul disepanjang jalan untuk melihat dan mengabadikan momen yang diadakan satu tahun sekali ini.

Foto : Ibu-Ibu Perkhin – Makin Pangkalpinang yang cantik-cantik ikut dalam kirab ini

Akhirnya sekitar pukul 16.00  sampailah rombongan kirab ini pada titik keberangkatan semula, meski lelah semua bahagia telah dapat melangsungkan acara kirab ini dengan baik, dan berharap perlindungan Tian kepada  seluruh penduduk kampung Pelangas, Shanzai.

Tentunya panitia kirab sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah menyempatkan untuk bergabung dalam acara kirab Cap Go Meh di Kampung Pelangas ini.

Foto : Foto bersama panitia dan rombongan Makin Pangkalpinang

Puji syukur kita panjatkan kepada Tian rombongan dapat kembali dengan selamat di Pangkalpinang, sekita pukul 20.00 WIB,

Huang Yi  Shang Di, Wei Tian You De.

Shanzai.