Matakin Propinsi Babel Menyelenggarakan Sembahyang Yue pada Saat Duan Yang 2570

Matakin Propinsi Babel Menyelenggarakan Sembahyang Yue pada Saat Duan Yang 2570

Sembahyang dan Doa Duan Yang 2570 Kongzili MATAKIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pantai Tongachi, Sungailiat, Kab. Bangka 7 Juni 2019, 五月初五,panitia pelaksana Makin Sungailiat, diikuti seluruh MAKIN di Prov. Bangka Belitung dgn peserta lebih dari 1000 orang, acara dibuka dgn sambutan dr ketua panitia Dq. Septriana dan dilanjutkan oleh Ketua MATAKIN Provinsi BABEL dan Wakil Bupati Bangka, serta dihadiri oleh anggota DPR RI dan DPRD.

tema acara sembahyang ini adalah ” Sembahyang, ibadah itulah pokok daripada agama ” Liji – JiTong / XXII-12)

VIDEO : Meriahnya Perayaan Peh Cun di Pantai Tongaci Sungailiat Bangka

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Peh Cun digelar di Pantai Locomotief Tongaci Sungailiat Bangka.

Festival Sembahyang dan Perayaan Duan Yang Ng Ngiat Ciat ini diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Bangka Belitung (Babel) di Sungailiat Bangka, Jumat (7/6/2019).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bangka, Syahbudin serta sejumlah pejabat di Kabupaten Bangka maupun Propinsi Babel.

Hadir sejumlah tokoh Agama Konghucu dan umat serta wisatawan dari berbagai daerah. Acara dirangkai pada pertunjukan barongsai, tarian, makan kue cung gratis (halal), Ritual DuanYang, mandi air ng se sui, wushu, dan dance yoga.

Saat acara terlihat berbagai sajian makanan peralatan ritual sembahyang. Umat Konghucu juga terlihat sujud di pasir pantai, menghadap ke tengah laut seraya melafalkan doa.

Septriana alias Ahwa, Ketua Pelaksana Festival Sembahyang Peh Cun kepada Bangka Pos, Jumat (7/6/2019) mengatakan, acara itu dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur Umat Konghucu pada Sang Pencipta.

“Sebenarnya pada intinya kita mensyukuri Rahmad Tian Maka pada hari ini tepatnya mulai Pukul 11 sampai jam 12 siang, Umat Tionghoa khususnya, bisa beribadah dengan bersembahyang kepada Tuhan sebagai rasa syukur bahwa Tuhan menciptakan segala alam beserta isinya,” kata Ahwa.

Beberapa hal yang unik saat Perayaaan Peh Cun kata Ahwa, ketika acara telur ayam bisa berdiri tepat tengah hari, adanya sajian kue ba’ciang dan pelepasan perahu ke tengah laut serta mandi air suci menurut kepercayaan Agama Konghucu.

“Ada makanan kue ba’ciang dan pada jam sebelas sampai satu siang kue ba’ciang akan dilempar ke laut sebagai rasa nikmat di bumi yang sangat disyukuri,” katanya.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin di acara itu, Jumat (7/6/2019) menyampaikan kata sambutan di atas panggung. Syahbudin memuji kerukunan umat pada ritual keagamaan yang selalu diperingati setahun sekali itu.

“Saya mengajak kita semua selalu bersyukur karena masyarakat Bangka secara konsisten mampu menciptakan situasi dan kondisi yang aman, damai, hidup rukun bahkan memiliki keharmonisan antar suku dan budaya serta agama,” katanya.

Tak heran jika Provinsi Babel, khususnya Kabupaten Bangka, menjadi kawasan yang harmonis dan selalu mendapat pujian oleh berbagai kalangan di luar daerah.

“Sehingga layak disebut Pulau Harmoni. Selain itu kita memiliki potensi alam yang indah dan aneka ragam budaya yang turut menndukung keharmonisan daerah,” katanya. (bangka pos/ferylaskari)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul VIDEO: Meriahnya Perayaan Peh Cun di Pantai Tongaci Sungailiat Bangka, https://bangka.tribunnews.com/2019/06/07/video-meriahnya-perayaan-peh-cun-di-pantai-tongaci-sungailiat-bangka.
Penulis: ferylaskari
Editor: fitriadi

MATAKIN Babel Gelar Perayaan Suci Duan Yang

Babel, innews.co.id – Sejak pagi hari, Jumat (7/6/2019), Pantai Tongachi, Sungailiat, Kabupaten Bangka, dipadati oleh ratusan umat Khonghucu, baik tua maupun muda.

Suasana pantai yang begitu damai dengan deburan ombak yang terpecah di bibir pantai seolah menjadi saksi dilaksanakannya Perayaan Suci agama Khonghucu Duan Yang/Twan Yang (端 阳) yang dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 Yinli.

Upacara Sembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipimpin oleh Js MOK PIANG LIOENG

Di tahun ini, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Sembahyang dan Doa Duan Yang/Twan Yang (端 阳) di pantai nan indah tersebut.

Lebih dari 1.000 orang menghadiri perayaan tersebut. Dengan mengusung tema “Sembahyang, ibadah itulah pokok daripada agama” (Liji – JiTong / XXII-12). Suasana persembahyangan berlangsung dengan khidmat.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepualauan Bangka Belitung

Turut hadir dalan acara tersebut Wakil Bupati Bangka, Anggota DPRD Kabupaten Bangka dan DPR RI, tokoh-tokoh agama Khonghucu, dan umat.

MAKIN Sungailiat bertindak sebagai panitia pelaksana di acara yang berjalan dengan tertib ini.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang di MAKIN Pekalongan

Selain di Kepulauan Bangka Belitung, upacara persembahyangan ini pun dilaksanakan umat Khonghucu di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara tersebut, umat Khonghucu bersembahyang dan mengucap syukur atas segala rahmat, bimbingan, dan karunia yang telah Tian berikan.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepualauan Bangka Belitung

Acara ini juga dimeriahkan dengan perlombaan perahu sehingga hari Duan Yang/Twan Yang (端 阳) ini juga dikenal dengan Peh Cun (Bachuan 扒 船) yang artinya, mendorong/menarik perahu.

Hal ini dimaksudkan untuk mengenang Qu Yuan, seorang Menteri besar dan setia dari Negara Chu di jaman Tujuh Negara Berperang (Zhanguo).

Anak Sekolah Minggu Mencoba Mendirikan Telur saat Hari Duan Yang

Bahkan sajian khas hari Duan Yang/Twan Yang (端 阳) yaitu, Bakcang/ruzhong/zongzi (粽 子) inipun tak lepas dari kisah Qu Yuan.

Duan memiliki artinya lurus, terang yang menjadi pokok atau sumber, dan Yang artinya, sifat positif atau matahari. Jadi arti dari Duan Yang adalah saat matahari memancarkan cahaya paling keras.

Pelaksanaan Duan Yang di MAKIN Banjar-Jawa Barat

Karena itu persembahyangan Duan Yang dilaksanakan pada saat tengah hari pada antara jam 11:00-13:00 siang, pada saat hari Duan Yang di jam demikian matahari benar-benar melambangkan curahan anugerah Tian.

Para rohaniwan dan umat foto bersama

Cahaya matahari ialah sumber kehidupan, lambang keberkahan dan kemurahan Tian atas manusia dan segenap makhluk ciptaannya di dunia. (RN)