Kunjungan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu Terkait Pembangunan Sekolah Tinggi Agama Konghucu

bkgi-Pangkalpinang, Kamis (27/12) Kakanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu Kementerian Agama Drs. M. Mudhofir, M.Si. dalam rangka melakukan survey pendahuluan dan dalam rangka menggali informasi dan data sebagai bahan diskusi dengan stake holder terkait pembangunan sekolah tinggi agama Konghucu, sampai saat ini ada beberapa daerah yang juga sudah menawarkan atau mengajukan kesiapan pembangunannya. Untuk itu kita harus melihat kondisi obyektif, keseriusan daerah atau dukungannya, dan tentunya yang paling penting adalah komitmen daerah dalam membangun dan mengembangkannya.

Kakanwil terkait dengan permasalahan ini menyampaikan pada dasarnya apabila Bangka Belitung ditunjuk kita siap dan kita akan membahas dengan tokoh agama atau FKUB baik Provinsi maupun FKUB Kota Pangkalpinang sehingga nantinya tidak menjadi masalah dan dapat diterima oleh masyarakat  Bangka Belitung.

Ketua Matakin Babel Henri Kurniawan didampingi ketua Makin Pangkalpinang Wery menyampaikan bahwa kita telah mendapatkan beberapa lokasi tanah yang rencananya akan kita bangun kantor matakin sekaligus membangun klenteng ataupun pembangunan sekolah agama Konghucu dan semoga ini menjadi salah satu jawaban dalam memberikan pelayanan kepada umat konghucu.

Sementara itu Kapus menyampaikan bahwa terkait dengan pelayanan terhadap Konghucu itu ibarat naik perahu sambil memperbaiki rakit-rakitnya, dan ini sesungguhnya dialami oleh agama apapun. Kita harus memulai perbaikan dari aspek pendidikan dan satu-satunya jalan adalah kita harus membuat lembaga yang benar-benar konsen dalam melayani dan pembinaan umat, dan untuk itu kita harus bisa menyediakan guru agama Konghucu dan ini sudah kita sampaikan kepada Pak Sekjen dan Pak Menteri Agama. Langkah yang harus kita lakukan adalah pertama kita proses yuridis formal terkait izin dan pembangunan fisiknya, dan perangkatnya baik tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikannya seperti dosennya bagaimana, mahasiswanya, kurikulumnya. Langkah awalnya kita harus bisa mendirikan sekolah tinggi agama Konghucu. 

Berangkat dari hal tersebut pada tahun 2019 ini kita mencoba untuk memulai menganggarkan pembangunan, namun dengan keterbatasan anggaran pemerintah, untuk itu disamping pemerintah yang berperan harus ada sinergi antara umat dan lembaga sosial keagamaan yang sama-sama berperan dalam menyikapinya.

Ada beberapa yang menjadi pertimbangan kita, opsinya ada lahan tanah kosong namun akan bisa lebih cepat bila adanya yayasan dari umat Konghucu yang bisa dialih statuskan ke negara, ulas Kapus. Pertemuan ini bertempat di ruang pertemuan gedung sekolah pembinaan, Pasir Putih, Pangkalpinang dengan dihadiri oleh Ketua Matakin Bangka Belitung, Ketua Makin Pangkalpinang dan Sekretaris Matakin Chandra Setiawan, Kasubag Tata Usaha Pusdindik Kementerian agama Bapak Asto, Kasubbag Hukum dan KUB Sugiyo. (TAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *