MATAKIN Babel Gelar Perayaan Suci Duan Yang

Babel, innews.co.id – Sejak pagi hari, Jumat (7/6/2019), Pantai Tongachi, Sungailiat, Kabupaten Bangka, dipadati oleh ratusan umat Khonghucu, baik tua maupun muda.

Suasana pantai yang begitu damai dengan deburan ombak yang terpecah di bibir pantai seolah menjadi saksi dilaksanakannya Perayaan Suci agama Khonghucu Duan Yang/Twan Yang (端 阳) yang dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 Yinli.

Upacara Sembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipimpin oleh Js MOK PIANG LIOENG

Di tahun ini, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Sembahyang dan Doa Duan Yang/Twan Yang (端 阳) di pantai nan indah tersebut.

Lebih dari 1.000 orang menghadiri perayaan tersebut. Dengan mengusung tema “Sembahyang, ibadah itulah pokok daripada agama” (Liji – JiTong / XXII-12). Suasana persembahyangan berlangsung dengan khidmat.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepualauan Bangka Belitung

Turut hadir dalan acara tersebut Wakil Bupati Bangka, Anggota DPRD Kabupaten Bangka dan DPR RI, tokoh-tokoh agama Khonghucu, dan umat.

MAKIN Sungailiat bertindak sebagai panitia pelaksana di acara yang berjalan dengan tertib ini.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang di MAKIN Pekalongan

Selain di Kepulauan Bangka Belitung, upacara persembahyangan ini pun dilaksanakan umat Khonghucu di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara tersebut, umat Khonghucu bersembahyang dan mengucap syukur atas segala rahmat, bimbingan, dan karunia yang telah Tian berikan.

Pelaksanaan Persembahyang Duan Yang MATAKIN Provinsi Kepualauan Bangka Belitung

Acara ini juga dimeriahkan dengan perlombaan perahu sehingga hari Duan Yang/Twan Yang (端 阳) ini juga dikenal dengan Peh Cun (Bachuan 扒 船) yang artinya, mendorong/menarik perahu.

Hal ini dimaksudkan untuk mengenang Qu Yuan, seorang Menteri besar dan setia dari Negara Chu di jaman Tujuh Negara Berperang (Zhanguo).

Anak Sekolah Minggu Mencoba Mendirikan Telur saat Hari Duan Yang

Bahkan sajian khas hari Duan Yang/Twan Yang (端 阳) yaitu, Bakcang/ruzhong/zongzi (粽 子) inipun tak lepas dari kisah Qu Yuan.

Duan memiliki artinya lurus, terang yang menjadi pokok atau sumber, dan Yang artinya, sifat positif atau matahari. Jadi arti dari Duan Yang adalah saat matahari memancarkan cahaya paling keras.

Pelaksanaan Duan Yang di MAKIN Banjar-Jawa Barat

Karena itu persembahyangan Duan Yang dilaksanakan pada saat tengah hari pada antara jam 11:00-13:00 siang, pada saat hari Duan Yang di jam demikian matahari benar-benar melambangkan curahan anugerah Tian.

Para rohaniwan dan umat foto bersama

Cahaya matahari ialah sumber kehidupan, lambang keberkahan dan kemurahan Tian atas manusia dan segenap makhluk ciptaannya di dunia. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *